Wednesday, March 16, 2011

Memilih pemimpin

Dari laman seberang: http://www.ilmupsikologi.com/?p=159
Ilmu Psikologi, Jurnal Psikologi, Artikel Psikologi

“Seorang Menteri Belanda: Seks Sebagai Alat Tukar (Mata Uang) Remaja Untuk Sekeedar Dapat Coklat

November 22nd, 2008 by yahdillah

AMSTERDAM–Moral seksual generasi muda Belanda telah lenyap tak tentu rimbanya, menteri urusan keluarga dan pemuda negara itu menyatakan, seperti dikutip DPA dari harian Algemeen Dagblad.

“Seorang gadis dianggap sebagai obyek dan seks sebagai mata uangnya. Arti cinta tidak memainkan peranan lagi dalam kehidupan para pemuda dan pemudi,” kata Menteri Andre Rouvoet.

Rouvoet menyatakan ia ingin menggelar perdebatan mengenai masalah tersebut dan menekankan dirinya tidak mengusulkan langkah hukum secara khusus.

Sang menteri mengemukakan hal itu menanggapi tayangan dokumenter televisi bertajuk “Sex Sells”, yang disiarkan televisi Belanda pekan lalu.

Film itu memperlihatkan anak lelaki dan perempuan berusia 12 hingga 16 tahun berbicara terus terang tentang seks. Mereka mengemukakan pengalaman seksual pertama mereka, yang untuk beberapa dari mereka terjadi padA umur sembilan tahun. Rata-rata mereka kehilangan kegadisan pada usia 13 tahun.

Para remaja itu mengatakan mereka sering menggunakan seks sebagai mata uang atau alat tukar, dengan gadis memberikan pelayanan seks kepada anak lelaki untuk sebatang coklat, rokok, pakaian dan acara keluar malam atau clubbing.

Para remaja yang diwawancarai berasal dari kawasan Amsterdam dengan etnis berbeda dan sebuah kota kecil dengan mayoritas penduduk warga Belanda. “Jika mentalitas di kalangan pemuda Belanda adalah masuk garasi untuk mendapatkan gadis begitu anda menginginkan seks, maka kita telah kehilangan prinsip hubungan yang normal,” katanya.

“Banyak anak-anak telah menyimpangkan gagasan tentang seks, persahabatan dan hubungan. Ini bukan pengaruh yang sehat pada masyarakat,” tambahnya.ant/ya”

_______________________________

Apakah entri agak lama seperti di atas ini berfaedah untuk untuk dipaparkan?

Apakah TIDAK ada perkara lain (yang lebih besar manfaatnya) untuk dilontar ke alam siber?
Pendek kata, inilah ceritanya dan bukannya cerita yang lain-lainnya?

Ya, sebelum itu, rupa-rupanya masih ada lagi sisa-sisa soalan yang menyerbu:

Semasa Shahnon Ahmad menulis “Shit” yang terkenal itu, apakah agaknya yang berselerak dan apakah yang terapung-apung dalam kepalanya?  

Setelah peristiwa “Shit” itu membuat seorang mantan yang Maha Besar itu marah-marah, apa lagi agaknya yang masih bersisa dalam kepala sasterawan negara ini?  Ya, setelah sekian lama  karya besar itu meletup, apakah yang difikirkan oleh Shahnon Ahmad? 

Saya kira Razali Endun wajar ‘berbincang’ semula dengan sasterawan negara ini. 

Talib Samat dalam “Selayang Pandang Dunia Penulisan Sastera Dan Penulisan”, Karisma Publications Sdn. Bhd, Shah Alam, 2002 memuatkan satu bab, Bab 3 untuk membincangkan “ Sumbangan Shahnon Ahmad kepada Dunia Kesusasteraan Malaysia.”  Dalam bab tersebut, Talib telah diperkatakan “Wacana dan Kuasa Novel Shit” di samping memuatkan wawancaranya dengan Jaafar Abdul Rahim, juga tentang ‘Shit’.   


ii.

Jika anak-anak remaja Belanda dalam petikan di atas dikatakan telah mencoklatkan organ-organ sulit mereka, apa pula yang diolah para kuasawan@niagawan negara kita dengan alat-alat yang sulit milik musuh mereka? 

Musuh bebuyut yang gagal mereka cederakan dengan cara penuh hemah dan dengan kaedah  anak-anak jantan, mereka hunjamkan dengan strategi alat sulit.   Ternyata mereka gagal menjadi orang yang jantan. 

Dan bayangkanlah, di negara ini sebuah institusi yang katanya amat keramat itu begitu sibuk sekali membincangkan hal-hal ‘pu dot dot mak’ itu untuk menegakkan kuasa, apakah kita pelik dengan bahan petikan di atas?

iii.

Sungguh sebuah REGIME yang begitu memualkan sekali.  Apakah tidak ada serialnya “Shit” ini?   Kali ini versinya menceritakan segala macam sperma yang bertiduran di sebuah lubang yang maha sial...

Betapa jadahnya gelagat dan perangai mereka ini.

Bagi kita ― hanya kerana ISU ini saja, ya kerana ISU ini semata-mata ― kita berpesan, mengajak, menggesa dan menyuruh seluruh cucu, cicit dan segala zuriat keturunannya, supaya mengharamkan tangan-tangan mereka daripada melantik orang-orang seperti ini ke tampuk kuasa.

Pemimpin adalah dari kalangan manusia yang berhemah tinggi.  Apatah lagi jika mereka itu ‘pemimpin’ yang mahu memimpin sebuah ummah.

Mereka yang muflis hemah TIDAK layak diangkat menjadi pemimpin.




No comments: