Thursday, July 7, 2011

Kisah Burung Neraka dan orang-orang

Kisah ini bagus untuk diceritakan kepada anak-anak kita yang sekarang ini, terlalu banyak disuguhkan cerita seram meram.  Ini kisah alam, kisah sawah dan camar yang cemar.




Burung Neraka dan orang-orang


Satu ketika seekor Burung Neraka ― sesat, lalu mendarat di sawah menguning.

Orang-orang:  Siapakah tuan ini?

Burung Neraka: Aku camar, tuan segala lautan

(Burung Neraka mengamati seluruh persekitarannya)

Burung Neraka: Kenapakah semuanya kuning?

Orang-orang: Apa yang semuanya kuning?

Burung Neraka: Itu pokok-pokok rumput...

Orang-orang: Oooo...itu?  Itu padi sedang masak

Burung Neraka: Kenapakah ia tidak biru?

Orang-orang: Sebab... ia bukan Burung Neraka.

Burung Neraka: (rupanya dia sudah kenal siapakah aku...) Kenapakah kamu kuning?
Kenapa sepatumu juga kuning?

Orang-orang:  Sebab aku Orang-Orang.  
Tapi belakangmu juga kuning?
Apakah kamu bukan Burung Neraka
― menyamar camar?

Tiba-tiba,  terdengar beberapa das dor-doran, memekakkan telinga.  Burung Neraka yang asyik  berlegar-legar di udara, melayah ― menukik menuju bumi.

Orang: (Sambil membelek-belek laras senapanganya) Sekarang ini semua makhluk sudah pandai mengaku ― itu dan ini.

Segala yang EEE juga sudah menyaku camar sakhti.

Kalau anak tuan masih juga belum mahu tidur, beritahu anak itu, “Sabtu, 9 Julai 2011 ini kita makan angin di Stadium Negara.”  Anak tuan gerenti teruja!!)     


1 comment:

ainurjah said...

Stadium Negara atau Stadium Merdeka?