Kisah ini bagus untuk diceritakan kepada anak-anak kita yang sekarang ini, terlalu banyak disuguhkan cerita seram meram. Ini kisah alam, kisah sawah dan camar yang cemar.
Burung Neraka dan orang-orang
Satu ketika seekor Burung Neraka ― sesat, lalu mendarat di sawah menguning.
Orang-orang: Siapakah tuan ini?
Burung Neraka: Aku camar, tuan segala lautan
(Burung Neraka mengamati seluruh persekitarannya)
Burung Neraka: Kenapakah semuanya kuning?
Orang-orang: Apa yang semuanya kuning?
Burung Neraka: Itu pokok-pokok rumput...
Orang-orang: Oooo...itu? Itu padi sedang masak
Burung Neraka: Kenapakah ia tidak biru?
Orang-orang: Sebab... ia bukan Burung Neraka.
Burung Neraka: (rupanya dia sudah kenal siapakah aku...) Kenapakah kamu kuning?
Kenapa sepatumu juga kuning?
Orang-orang: Sebab aku Orang-Orang.
Tapi belakangmu juga kuning?
Apakah kamu bukan Burung Neraka
― menyamar camar?
Tiba-tiba, terdengar beberapa das dor-doran, memekakkan telinga. Burung Neraka yang asyik berlegar-legar di udara, melayah ― menukik menuju bumi.
Orang: (Sambil membelek-belek laras senapanganya) Sekarang ini semua makhluk sudah pandai mengaku ― itu dan ini.
Segala yang EEE juga sudah menyaku camar sakhti.
Kalau anak tuan masih juga belum mahu tidur, beritahu anak itu, “Sabtu, 9 Julai 2011 ini kita makan angin di Stadium Negara.” Anak tuan gerenti teruja!!)
1 comment:
Stadium Negara atau Stadium Merdeka?
Post a Comment