Tuesday, February 22, 2011

Berkata-kata lagilah mereka itu

Dari laman Malaysiakini:

'Nationalising highways a burden to gov't'

Feb 22, 11 1:25pm

The idea of nationalising highways is not only a bad business decision but will be a financial burden on the government, which could result in the nation being poorer and less developed.

Not only would the cost of acquiring the highways come from public money but the expenditure in maintaining them would also come from the government's consolidated fund, said former prime minister Dr Mahathir Mohamad.

"Since no tolls will be charged, the government will not earn money from it and there will also be no tax collected from the private companies that were running the road operations as they will not have a source of income.

"I suspect the quality of highways will also deteriorate (eventually)," Mahathir said, refering to the recent call for tolls to be abolished and for the government to take over highway operations in Malaysia.

...”

______________________________________


Boleh percayakah?
Apa lagi mau percaya?
Sapa itu ‘the government will not earn money’?

Bayangkan, masih juga berselera untuk belit-belit…dan ― gormal

Sebenarnya apakah mereka cukup sedar, apakah masalahnya selama ini?  Ya, selama kerja-kerja  pengswastaan ini dilaksanakan ― bagaikan nak rak itu?   Mereka terlupa tentang segala terma dan klausa perjanjian yang mereka meterai, tatkala lebuh-lebuh raya itu mereka swastakan.  Mereka terlupa bahawa yang akan membayarnya adalah rakyat.  Mereka hanya teringat kepada tukang-tukang kutipnya.   

Demikianlah tercabut dan terasingnya mereka daripada rakyat jelata.

Bayangkan, dalam suasana yang sangat menghimpit ini, mereka masih lagi tega untuk pamerkan dengan penuh bangga,  senarai siapakah manusia yang terkaya di negara ini. 

Macam kisah nyata orang-orang kaya yang dikelilingi setinggan, saban hari membakar sate, memanggang ayam...anak-anak para setinggan cukup kenyang meratah asap,

Ah,  betapa nikmatnya asap itu ― demikianlah, telahpun berkata orang-orang kaya itu.